SEBUAH studi baru tentang jenis meteorit menyatakan air di Bumi sudah ada di dalamnya sejak awal terbentuk, bukan dari tata surya bagian luar. Bumi purba sangat panas dan membutuhkan jutaan tahun sebelum mendingin hingga tersedia air atau benda cair.
Mengetahui hal tersebut, beberapa ilmuwan planet telah mengusulkan bahwa setiap H2O di planet pembentuk akan meluap ke luar angkasa. Bumi kemudian akan menjadi gurun sampai komet, atau asteroid dari luar garis salju, menyediakan cukup bahan untuk membuat lautan Bumi yang luas.
Baca juga: NASA Perkenalkan Robot Penjelajah Planet yang Bisa Dibangun Sendiri
Melansir dari IFL Science, Senin (7/9/2020), Dr Laurette Piani dari Center de Recherches Petrographiques et Geochimiques menyimpulkan bahwa penjelasan komet ini tidak diperlukan. Ia mempelajari komposisi kimiawi 13 kondrit enstatit atau sejenis meteorit yang terbuat dari bahan tata surya bagian dalam.

Piani dan rekannya melaporkan bahwa kondrit ini memiliki hodrogen yang cukup untuk membentuk 0,08 hingga 0,54 beratnya dalam air. Persentase tersebut mungkin terdengar kecil, tetapi para penulis menghitung itu berarti Bumi purba bisa memiliki cukup air untuk mengisi cekungan lautan saat ini sebanyak tiga kali lipat.