4. Artificial Intelligence
Kecerdasan buatan menjadi salah satu yang berjasa dalam penanganan covid-19. Sebagaimana dilaporkan Medical Futurist, teknologi ini berjasa saat ahli epidemologi memberikan peringatan pertama tekait covid-19.
Rumah Sakit Zhongnan di Cina juga menggunakannya untuk melihat CT Scan paru-paru dan memberikan petunjuk tindakan lanjutan. Adapula Barabasilab yang menggunakannya untuk mendapatkan daftar obat potensial untuk uji laboratorium.
Baca juga: Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi pada September 2020, Ini Lokasinya
5. Virtual Reality
Sebuah studi dari Harvard Business Reviews menunjukkan adanya peningkatan 230 persen dari ahli bedah yang dilatih menggunakan teknologi realitas virtual. Teknologi ini dianggap dapat memberikan simulasi yang lebih beragam dan dapat menumbuhkan empati dari mahasiswa kedokteran.
Dengan simulasi yang beragam, ini dapat meringankan gangguan stress pasca trauma (PTSD) dari kondisi terburuk. Kondisi yang dimaksud adalah "menyaksikan puluhan pasien" di saat pandemi covid-19, kekacauan ini jarang terjadi dan dapat menimbulkan trauma untuk frontliner.
Baca juga: Ini Deretan Fenomena Antariksa Selama September 2020
(Hantoro)