Menurut NASA, kecerahan ribuan bintang sekarang dapat diukur setiap 20 detik. Ini akan digabungkan dengan metode asli, yang melihat kecerahan puluhan ribu bintang dilacak setiap dua menit.
Baca juga: Guncangan Dahsyat Awali Peristiwa Kiamat Dijelaskan Alquran dan Sains
Hasilnya, TESS mampu menangani dengan baik perubahan kecerahan yang disebabkan oleh osilasi bintang, serta mendapatkan detail yang lebih baik tentang suar dari bintang aktif. Jika semua berjalan sesuai rencana, misi yang diperpanjang ini akan berlangsung hingga September 2022.
Tujuan dari misi ini adalah dengan menggunakan data TESS untuk mengidentifikasi kemungkinan situasi "Goldilocks", sebuah planet ekstrasurya yang mirip dengan Bumi.
(Ahmad Luthfi)