JAKARTA - Beberapa perusahaan telah meralarang karyawannya untuk menggunakan Zoom lantaran masalah privasi dan keamanan. Aplikasi Zoom berbasis iOS dikabarkan telah mengirimkan data pengguna ke Facebook. Kemudian belum lama ribuan video Zoom dikabarkan bocor di internet.
Raksasa teknologi Google telah melarang karyawannya untuk menggunakan Zoom. Ini berlaku untuk semua pekerja di tim global Google.
"Baru-baru ini, tim keamanan kami memberi tahu karyawan menggunakan Zoom Desktop Client bahwa itu tidak akan lagi berjalan di komputer perusahaan karena tidak memenuhi standar keamanan kami untuk aplikasi yang digunakan oleh karyawan kami," kata juru bicara Google Jose Castaneda kepada Reuters, dikutip Techradar.
Google sebenarnya memiliki layanan alternatif Zoom, yakni Hangouts Meet. Hangouts Meet memungkinkan pengguna untuk mengadakan meeting online dengan hingga 250 peserta .
Sebelumnya, SpaceX juga dilaporkan melarang karyawan menggunakan Zoom terkait masalah privasi. Perusahaan khawatir dengan masalah privasi dan keamanan pada aplikasi tersebut. Hal ini diketahui dari memo perusahaan kepada karyawannya, seperti yang dilaporkan Reuters.
"Kami memahami bahwa banyak dari kita menggunakan alat ini untuk konferensi dan dukungan pertemuan. Silakan gunakan email, teks, atau telepon sebagai alat komunikasi alternatif," kata Space X pada karyawan.
Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) yang juga merupakan salah satu pelanggan terbesar SpaceX telah melarang karyawannya menggunakan Zoom.
Kantor FBI di Boston telah mengeluarkan peringatan tentang Zoom, yang memberi tahu pengguna untuk tidak melakukan pertemuan di situs tersebut secara publik atau membagikan tautan secara luas.
(Amril Amarullah (Okezone))