Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta-Fakta Hujan Meteor Lyrid pada April 2020

Pernita Hestin Untari , Jurnalis-Selasa, 07 April 2020 |09:19 WIB
Fakta-Fakta Hujan Meteor Lyrid pada April 2020
Ilustrasi (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA- Fenomena hujan meteor terjadi setiap tahunnya. Pada bulan ini, hujan meteor Lyrid akan terlihat dari Bumi. Hujan meteor tersebut merupakan salah satu hujan meteor tertua yang diketahui. Lyrid telah diamati selama 2.700 tahun.

Pengamatan pertama hujan meteor Lyrid yakni pada tahun 687 SM oleh orang China. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang meteor Lyrid, berikut beberapa fakta menarik tentangnya, seperti dilansir dari lan NASA, Selasa (7/4/2020).

1. Meteornya Cepat dan Cerah

Hujan meteor Lyrid dikenal cepat dan cerah, meskipun tidak secepat atau sebanyak yang dimiliki Perseid yang terlihat pada bulan Agustus. 

Hujan meteor Lyrid dapat terjadi sebanyak 100 meteor terlihat per jam. Penampakan pada hujan yang lebih deras ini terjadi pada 1803 (Virginia), 1922 (Yunani), 1945 (Jepang), dan 1982 (Amerika Serikat ). Secara umum, hujan meteor Lyrid terjadi hingga 10-20 meteor per jam selama puncaknya.

2. Paling Bagus Diamati Ketika Malam

Lyrid paling bagus dilihat di Belahan Bumi setelah bulan terbenam dan sebelum fajar. Untuk melihatnya, temukan area yang jauh dari lampu kota atau jalan.

3. Hujan Meteor Lyrid Berasal dari Komet C/1861 G1 Thatcher

Meteor berasal dari sisa partikel komet dan bit dari asteroid yang rusak. Ketika komet mengelilingi matahari, mereka meninggalkan jejak berdebu di belakang mereka. Setiap tahun Bumi melewati jejak puing-puing ini, yang memungkinkan serpihan-serpihan itu bertabrakan dengan atmosfir kita di mana serpihan-serpihan itu hancur untuk menciptakan garis-garis berapi-api dan berwarna-warni di langit.

Potongan puing ruang yang berinteraksi dengan atmosfer kita untuk membuat Lyrid berasal dari komet C/1861 G1 Thatcher.

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement