JAKARTA- Zoom telah meminta maaf atas masalah keamanan dan privasi data pada platformnya. Pihaknya mengungkapkan akan menunda pengembangan fitur baru dan akan fokus pada perbaikan privasi dan masalah keamanan.
"Namun, kami menyadari bahwa kami telah kehilangan harapan privasi dan keamanan komunitas dan kami sendiri. Untuk itu, saya sangat menyesal," kata CEO Zoom, Eric S. Yuan, seperti dilansir dari laman Windows Central, Kamis (2/4/2020).
Zoom mengatakan bahwa angka penggunanya telah meroket ke lebih dari 200 juta orang setiap hari di bulan Maret. Dalam sebuah posting blog, CEO Zoom Eric S. Yuan telah meminta maaf kepada para penggunanya karena gagal dalam komunitas, dan ekspektasi privasinya sendiri, berjanji untuk membekukan semua fitur baru selama 90 hari sementara ia bekerja untuk memperbaiki masalah.
(Amril Amarullah (Okezone))