JAKARTA - Huawei telah mendapatkan tekanan dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Perusahaan telah masuk dalam Entity list oleh pemerintah AS, sehingga perusahaan tidak dapat menjalankan bisnis dengan perusahaan asal Negeri Paman Sam itu.
Dengan demikian, Huawei tidak dapat menghadirkan layanan Google seperti Google Play Store dan aplikasi Google lainnya, yang biasa muncul pada perangkat Android. Huawei tidak putus asa, perusahaan menyediakan toko aplikasi besutan mereka sendiri, AppGallery.
Tanpa aplikasi Google, perangkat Huawei terbaru mungkin tidak menarik bagi pelanggan di luar China. CEO Huawei Eric Xu berharap Google dapat mengirimkan aplikasi di AppGallery sehingga membuatnya tersedia untuk smartphone Huawei.
"Kami berharap layanan Google dapat tersedia melalui AppGallery kami, seperti halnya layanan Google tersedia melalui App Store Apple," kata Xu dalam bahasa Mandarin, dikutip Neowin.
Google sudah melakukan hal serupa untuk iPhone di mana ia mengirimkan aplikasinya di App Store untuk persetujuan Apple.
Ini jelas merupakan strategi unik dari Huawei, meskipun semuanya tergantung apakah Google tertarik untuk mengirimkan aplikasinya ke AppSuite atau tidak. Huawei dilaporkan juga bergabung dengan Xiaomi, Vivo, dan OEM China lainnya untuk menciptakan saingan Play Store untuk pasar di luar China.
(Ahmad Luthfi)