Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Teknologi Nuklir Deteksi Polutan Udara Berukuran Kurang dari 2,5 Mikrometer

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Jum'at, 07 Februari 2020 |16:51 WIB
Teknologi Nuklir Deteksi Polutan Udara Berukuran Kurang dari 2,5 Mikrometer
(Foto: Phys.org)
A
A
A

BANDUNG - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menguasai Teknik Analisis Nuklir (TAN). TAN merupakan satu-satunya metode nondestructive yang mampu mendeteksi spesies kimia polutan udara dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer, dikutip dari Batan.go.id.

Pencemaran udara saat ini telah menjadi permasalahan serius di setiap kota, karena berdampak buruk pada kesehatan manusia. Menurut data World Health Organization (WHO), tahun 2012, terdapat 2,6 juta kematian di wilayah Pasifik Barat dan Kawasan Asia Tenggara yang disebabkan pencemaran udara.

“Masyarakat yang tinggal di Asia paling berisiko terhadap pencemaran udara karena lebih dari 50% kota-kota besar di dunia berlokasi di Asia dan sebagian besar memiliki permasalahan pertumbuhan populasi yang cepat, urbanisasi, transportasi dan industrialisasi,” kata peneliti senior BATAN, Muhayatun Santoso.

Selama ini menurut Muhayatun, pemantauan terhadap kualitas udara telah dilakukan terhadap CO, SO2, Nox, O3 dan PM10 (partikulat yang berukuran kurang dari 10 mikrometer) sebagai dasar untuk menghitung Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Padahal di udara juga terdapat partikulat yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer, dikenal dengan PM-2,5 yang berbahaya karena ukurannya yang kecil sehingga mampu menembus bagian terdalam dari paru-paru.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement