Tidak sampai disitu, baru-baru ini peneliti dari Universitas Villanova di Pennsylvania telah mengamati bahwa bintang Betelgeuse menjadi lebih redup dari biasanya. Menurut penelitian mereka, yang diterbitkan dalam The Astronomer's Telegram, bintang tersebut telah memudar sekitar satu magnitudo.
Beberapa astronom percaya bahwa kecerahan Betelgeuse yang memudar bisa menjadi tanda bahwa itu akan segera menjadi supernova. Setelah ini terjadi, itu bisa menghasilkan supernova Tipe II, yang terjadi ketika bintang raksasa merah kehabisan bahan bakar hidrogennya, sehingga menyebabkannya meledak dan runtuh.
"Tidak ada efek berbahaya, hanya bintang yang sangat terang. Untuk memiliki efek yang nyata sama sekali harus dalam 50 - 100 tahun cahaya. Pada 642,5 tahun cahaya, itu lebih dari lima kali terlalu jauh," kata seorang peneliti.
Baca Juga: Baterai Realme X50 Dapat Bertahan Selama 2 Hari?
(Ahmad Luthfi)