Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Dampak Gerhana Matahari Bagi Pengemudi Mobil

Medikantyo , Jurnalis-Kamis, 26 Desember 2019 |12:21 WIB
Kenali Dampak Gerhana Matahari Bagi Pengemudi Mobil
Sejumlah faktor dapat mempengaruhi visibilitas pengemudi saat berkendara termasuk suasana gerhana matahari dan pemakaian kaca film (Foto: Okezone.com/Medikantyo Adhikresna)
A
A
A

JAKARTA - Pengaruh langsung fenomena gerhana matahari cincin di sejumlah daerah adalah berkurangnya cahaya matahari dibandingkan kondisi normal. Terjadinya gerhana matahari sendiri tidak memiliki dampak negatif bagi pengendara, selain berkurangnya visibilitas sementara.

Selain karena faktor alam, menurunnya visibilitas saat berkendara juga diakibatkan penggunaan aksesoris kendaraan seperti kaca film. Dengan aksesoris seperti kaca film yang terpasang tersebut ikut mempengaruhi menurunnya jarak pandang bagi pengendara, seperti dalam situasi gerhana matahari.

 mobil kaca film

Pengguna mobil dengan aksesori kaca film sebenarnya masih aman melaju di tengah kemungkinan penurunan visibilitas akibat gerhana matahari cincin. "Untuk kadar kaca depan dengan kegelapan 20 sampai 40 persen masih memungkinkan berkendara," ujar Presiden Direktur distributor kaca film Makko Group, Christopher Sebastian.

Penggunaan kaca film berteknologi two way vision, juga memiliki pengaruh lebih baik bagi pengendara saat berkendara dalam situasi gerhana matahari cincin. Teknologi tersebut bisa memberi pengemudi jarak pandang dengan distribusi cahaya memadai dalam kabin mobil, dengan visibiltas minim dari luar kendaraan.

Hal itu memberi dukungan keamanan berkendara dalam beragam situasi ekstrem dengan jarak pandang minim. "Beberapa produk kaca film seperti First Klass, Masterpiece, atau Blacklist punya fitur semacam ini," kata Christopher kepada Okezone.

Hal lain yang jadi pertimbangan pengemudi adalah keberadaan kaca film dapat memberi perlindungan dari paparan radiasi ultra violet dari gerhana matahari. "Kaca film yang mampu melindungi dari paparan sinar UV ini biasanya memiliki teknologi UV 400, tapi tidak disarankan melihat dari kaca depan," ujar Christopher.

 kaca film

Akan lebih aman bagi pengendara untuk dapat berhenti atau menepikan kendaraan, serta menggunakan sisi kaca film tergelap untuk melihat fenomena alam itu secara langsung. "Sama halnya ketika menyaksikan dengan bekal kaca mata hitam dengan tipe Polarized, jadi tidak bisa langsung dari kaca depan mobil," ucap Christopher.

(Mufrod)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement