Comparitech mengatakan bahwa peneliti keamanan Bob Diachenko melihat database, yang dapat diakses secara terbuka dan berisi nama pengguna, ID pengguna, dan nomor telepon Facebook. Penemuan itu dilaporkan dan database tidak lagi tersedia pada 19 Desember 2019, menurut Comparitech.
Ini bukan pertama kalinya Facebook menangani masalah kebocoran data. Kasus kebocoran data paling populer Facebook yakni Cambridge Analytica yang terjadi beberapa waktu lalu membuat Facebook harus membayar denda USD5 miliar.
Baca Juga: Spotify Diam-Diam Uji Fitur Sosial Media Baru 'Tastebuds'
Baca Juga: Awal 2020, Xiaomi Redmi Note 7 Terima Update Android 10
(Ahmad Luthfi)