JAKARTA - Pengoperasian jalur tol layang (Elevated) di ruas Jakarta-Cikampek (Japek) dimaksudkan untuk dapat memberi efisiensi tempuh pengguna jalan tersebut. Wajar bila nantinya mulai beroperasi akhir bulan ini, banyak pengendara akan beralih melewati jalur lintas atas tersebut.
Keputusan untuk melaju di ruas jalan tol layang itu harus diimbangi kesadaran untuk menjaga kondisi, serta patuh pada peraturan yang berlaku. Begitu juga menjaga kondisi maksimal agar terhindar dari bahaya sindrom Highway Hypnosis yang bisa berakibat terjadinya kecelakaan.

Pengelolaan stamina serta keharusan menjaga konsentrasi penuh ini menjadi beban bagi pengendara jarak jauh yang akan menggunakan jalur tersebut. "Pengemudi dari luar kota dengan beban jarak tempuh jauh, seperti asal wilayah Sumatera saya rasa sebaiknya tidak mengambil rute jalan tol layang itu," kata Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.
Melaju dalam kondisi jalan monoton sejauh 38 kilometer terseut dikhwatirkan menguras stamina bagi para pengemudi dari luar Jakarta saat melalui jalur tol layang. Apalagi dalam jalur yang dimaksud, tidak tersedia fasilitas peristirahatan bagi para pengemudi untuk melepas lelah.