Hilangnya konsentrasi pengemudi bisa berujung bahaya, apalagi dihadapkan situasi menangani manuver kendaraan saat menikung. "Tetap ada gaya sentrifugal yang bisa dirasakan pengemudi. Salah mengambil keputusan berakibat mobil nantinya akan mengalami understeer," ujar Jusri menjelaskan.
Terdapat dua kata kunci yang bisa dipegang oleh pengemudi menurut Jusri. Pertama, disiplin mematuhi ketertiban saat berada di jalur Japek tersebut. Kedua, mempersiapkan diri mengantisipasi kondisi jalan. Terlebih dengan situasi mengemudi yang monoton sekitar 38 Kilometer.

Situasi perjalanan monoton ini juga membuat pengendara wajib mewaspadai gejala lain selain Highway Hypnosis seperti Microsleeping. "Sehingga salah satu cara mengurangi risiko dari gejala tersebut, bisa dilakukan pengendara untuk tetap memberi stimulus pada inderanya saat berkendara," ujar Jusri mengatakan.
(Mufrod)