JAKARTA - Mengingat rawan terjadi kecelakaan pada pengguna e-skuter, membuat pemerintah Singapura khususnya Kementerian Transportasi membuat ujian teori untuk pengguna e-skuter sebelum bebas menggunakannya di jalan umum.
Dilansir dari situs techinasia, Kementerian Transportasi Singapura mengambil langkah tersebut berdasarkan rekomendasi dari Active Mobility Advisory Panel (AMAP), yang mana bertujuan mengedukasi dan meningkatkan keselamatan pengguna e-skuter.

Adapun langkah yang direkomendasikan yaitu seperti melarang pengguna e-skuter bermain handphone saat mengoperasi kendaraan listrik itu dan pengguna e-skuter harus berusia setidaknya 16 tahun, jika dibawah angka tersebut pengguna e-skuter harus dalam lindungan dan perhatian orang tua.

Nampaknya dengan ada langkah-langkah baru yang dipilih oleh Kementerian Transportasi Singapura banyak perusahaan startup e-skuter merasa tak terima karena ini merupakan kebutuhan publik agar terhindar dari macetnya jalan umum.
Rupanya ada tanggapan dari salah satu juru bicara startup rental e-skuter mengenai langkah-langkah yang dipilih "tidak puas dan frustrasi dengan keputusan untuk secara efektif melarang PMD di Singapura” tutur Beam kepada Teach in Asia.

Menariknya, pemerintah setempat sempat ingin bekerja sama dengan pemasok e-skuter seperti Grab, Deliveroo, dan Foodpanda, namun sepertinya itu adalah hal yang belum terfikirkan lagi untuk sekarang ini.
(Mufrod)