“Kalau ada pihak komunitas yang menginput mohon ditindak dan jangan diberi ruang untuk mereka, kepada siapapun tidak hanya orang Aceh atau Melayu. Kalau ini dibiarkan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang tidak terlalu paham teknologi. Takutnya nanti bias, apalagi pasca Papua kemarin," ungkap dia.
"Kalau tetap dibiarkan seperti ini, Google seperti memberi ruang bisa berpotensi memcahkan. dan kita tidak mau," imbuh Haekal.

Baca Juga: Google Indonesia Dukung Wanita Jadi Pemimpin di Banyak Sektor
Baca Juga: Temukan Unsur Diskriminasi di Google Translate, Warga Aceh Layangkan Protes
(Ahmad Luthfi)