Teddy mengatakan, keberadaan alat penunjang ketersediaan air minum ini menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi bagi warga di tenda pengungsian. Keberadaan dispenser air dapat memudahkan warga mengakses atau mengambil air minum.
"Dengan menggunakan dispenser, warga akan sangat dimudahkan untuk mendapatkan air panas. Menyeduh kopi atau susu tak perlu menunggu lama lagi dan repot untuk memasak air terlebih dahulu. Untuk menikmati air dingin pun hanya cukup menekan tombol yang tersedia," tambahnya.
Peristiwa kebakaran itu sendiri terjadi pada Sabtu (21/9/2019) dini hari di dua kelurahan: Bali Mester dan Rawa Bunga. Kedua wilayah ini dipisahkan kali kecil yang terletak tepat di belakang permukiman.
(Ahmad Luthfi)