Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi hasil karya Paramudita Baswara. Alumni S1 Jurusan Informatika Universitas 11 Maret Solo itu menjadi peserta beasiswa pelatihan Internet of Things (IoT) Fresh Graduate Academy (FGA) Program Digital Talent Scholarship (DTS).
Baswara, seorang penyandang disabilitas penglihatan. Kendati demikian, ia menunjukkan bahwa karyanya dapat digunakan utnuk mengaktifkan sumber listrik seperti AC, atau lampu hanya dengan sekali tepukan tangan.
Menteri Rudiantara mengapresasi karya Baswara saat memperkenalkannya di acara Peluncuran Akbar Sistem Informasi Monitoring Alumni Sertifikasi Aplikasi (SIMONAS).
“Ini suatu kreasi yang bagus. Teman kita ini menggunakan IoT (Internet of Things). Jadi belajarnya modul IoT,” kata Rudiantara saat meluncurkan SIMONAS dengan menggunakan karya Baswara di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (05/09/2019).
Menteri Kominfo berharap, karya dari Baswara itu , tidak hanya digunakan untuk launching Simonas. “Saya minta tolong, Biro Umum, bantu desain untuk kantor-kantor di Kementerian Kominfo yang akan datang pakai ini dengan IoT, nanti kita biayai,” jelas Rudiantara.
Menurut Menteri Kominfo, karya peserta DTS 2019 akan menjadi lebih bernilai jika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan sampai nanti kita buat begini hanya ada di atas meja atau hanya praktik. Jadi kalau makin begini, jualan BTS nya makin laku,” tambahnya.
Mengenai SIMONAS, Menteri Rudiantara mengatakan pemanfaatan SIMONAS dikhususkan untuk alumni DTS untuk meningkatkan kapasitas dan kapibilitas keterampilan. Melalui Simonas, Rudiantara berharap alumni DPS mendapatkan informasi pekerjaan dari perusahaan-perusahaan yang membutuhkan talen.
“Kita memastikan mereka (alumni DTS) juga bisa masuk di lapangan pekerjaan nanti, sekarang kan mungkin yang mempunyai keterampilan tidak tahu kerja dimana, yang punya perusahaan pencari kerja tidak tahu cari dimana. Ini dibuatkan semacam platform,” tuturnya
(Gabriel Abdi Susanto)