JAKARTA - CEO dan salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey menjadi korban dari hacker yang meretas akun media sosial pada Jumat. Menjadi perhatian karena hacker berhasil membobol akun media sosial milik Jack Dorsey, orang yang berjasa mendirikan layanan jejaring sosial tersebut.
Dilansir Seattletimes, pada Jumat, akun @jack mulai mem-posting banyak tweet dan retweet. Dalam posting-annya, akun tersebut berujar kata-kata kotor, teriakan, ancaman dan cercaan rasial.
Kicauan tetap ada di akun, yang memiliki 4,2 juta pengikut, selama kurang dari satu jam sebelum Twitter menghapusnya. Salah satu tweet mengungkap bahwa terdapat bom di Twitter HQ.
"Berteriaklah pada Ron dan Kyle," bunyi tweet yang lain. Banyak tweet yang diberi tag #ChucklingHella.
Perusahaan mengkonfirmasi dalam sebuah tweet bahwa "mengetahui bahwa @jack dikompromikan dan menyelidiki apa yang terjadi". Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara Twitter menambahkan perusahaan itu melihat ke dalam ancaman bom dan "dapat mengonfirmasi bahwa itu tidak dapat dipercaya".

Baca juga: Google Temukan Situs yang Diam-Diam Menyerang iPhone