JAKARTA- Ingatan setiap orang berbeda dari satu dan yang lainnya. Beberapa ingatan mampu stabil selama beberapa dekade, sementara yang lain memudar dalam beberapa menit. Dilansir dari laman Tech Explorist, Senin (26/8/2019) untuk menemukan jawabannya, para ilmuwan di Caltech menggunakan uji coba dengan tikus dan menentukan ingatan kuat dan stabil yang dikodekan oleh neuron yang semuanya bekerja secara sinkron.
Neuron-neuron ini menyediakan redundansi yang memungkinkan ingatan-ingatan ini bertahan lama. Para ilmuwan terutama mengembangkan tes, di mana mereka memeriksa aktivitas saraf tikus saat mereka mempelajari dan mengingat tempat baru.
Tikus tersebut kemudian ditempatkan di kandang yang lurus, sekitar 5 kaki panjang dengan dinding putih. Tanda-tanda unik menandai lokasi yang berbeda di sepanjang dinding misalnya, simbol plus dekat dengan ujung satu sisi dan garis miring dekat ke tengah.

Air gula ditempatkan di kedua ujung lintasan. Ketika tikus dieksplorasi, para analis memperkirakan pergerakan neuron spesifik di hippocampus tikus yang dikenal untuk menyandikan tempat.
Ketika seekor binatang pada awalnya ditempatkan di lintasan, tidak yakin apa yang harus dilakukan dan berkeliaran ke kiri dan ke kanan sampai menemukan air gula. Dalam kasus ini, neuron tunggal diaktifkan ketika tikus memperhatikan simbol di dinding.
Tetapi karena banyak pengalaman dengan trek, tikus menjadi terbiasa dengannya dan mengingat lokasi gula. Sebagian besar tikus mengenali keberadaannya sehubungan dengan setiap simbol unik.
Baca Juga: Fenomena Langka 'Bulan Hitam' Bakal Terjadi Pekan Ini