Meskipun demikian, akhirnya tim Onic Esports pun meminta izin langsung kepada orangtuanya untuk membawa dan akan diberi pendidikan di Jakarta.
Psychoo pun menuturkan jika game tampaknya sudah menjadi jalan hidupnya, ia sudah menggeluti dunia game sejak kelas dua Sekolah Dasar (SD).

"Saat aku kelas dua SD bapak meninggal dan saat itu bapak hanya meninggalkan Play Station 2 (PS 2) untuk hidup aku, ibu dan adik-adik. Jadi dulu sambil jaga rental PS 2 sambil bermain, jadi sekarang udah jadi hobi sampai sekarang," kata dia.
Remaja 19 tahun tersebut pun mengungkapkan, meskipun saat ini bisa hidup dengan menjadi pemain esports, ia masih selalu ingin bertemu dengan keluarga di Pontianak.
"Dukanya itu memang selalu jauh dari keluarga, paling senang memang Alhamdulillah kalau juara saat turnamen," kata Psychoo.
Baca Juga: Bikin Sekolah Esports, Onic: Butuh Kurikulum hingga Dukungan Pemerintah