
"Saya baru tahu WA saya dibajak orang lain. Hanya Pengecut yang menggunakan cara fitnah murahan untuk menjatuhkan orang lain dengan membajak WA saya. Saya akan laporkan kepada @CCICPolri," kata Imelda Sari seperti dikutip SINDOnews dari akun Twitter Imelda, @isari68, Kamis (4/4/2019).
"Setelah @WhatsApp saya dini hari tadi dibajak, hingga malam ini ada 13 kader @PDemokrat yang WA-nya dicloning untuk digunakan. 'Pengecut viralkan target secara masif dan sistematis' cc @SBYudhoyono @AgusYudhoyono @prabowo @sandiuno. Adakah perlindungan keamanan komunikasi rakyat jelata?" sambungnya.
Merespons hal ini, politikus Demokrat Andi Arief menambahkan, jika akun Twitter Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Demokrat Ferdinand Hutahaean, @Ferdinand_Haean juga diretas.
"Lalu ada upaya bajak akun Telegram tapi gagal, terdeteksi dari Singapura. Memang gila ini rezim. Halalkan segala cara. Kita memang butuh perubahan. #2019gantiPresiden," ungkap @AndiArief__