Dia menambahkan, inovasi akan digunakan dalam pertanian dan industri transportasi publik. Mobil terbang juga dapat digunakan untuk mencapai lokasi terpencil untuk berbagai tujuan. Menurut Mohd Redzuan, prototipe mobil terbang yang dikembangkan perusahaan lokal Malaysia itu memiliki kecepatan sedang dan dapat melayang rendah.

“Kami akan menggunakan kemampuan lokal untuk membangun mobil terbang. Kami meminta bantuan pihak asing hanya terkait pertukaran informasi keselamatan,” ujarnya, dikutip CNA. Mohd Redzuan menambahkan, prospek mobil terbang Malaysia bergantung pada tingginya ketertarikan perusahaan dan masyarakat lokal dalam menggunakan produk anak bangsa dibanding produk asing.
Investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan mobil terbang diperkirakan mencapai RM1 juta (Rp3,4 miliar). “Target tahun ini realistis karena kami memiliki teknologinya. Semuanya tinggal diimplementasikan,” kata Mohd Redzuan. Seperti Malaysia, Singapura juga mulai giat menciptakan kendaraan berteknologi canggih. Startup MooVita merancang mobil otonom MooAV, satu dari puluhan mobil otonom yang diuji coba di Universitas Teknologi Nanyang Singapura.
Dengan menggunakan jalur khusus, mobil itu dapat bergerak secara otomatis. CEO MooVita, Dillip Limbu, mengatakan rancangan MooAV sengaja dibuat berbeda dengan kendaraan konvensional agar mudah dikenali. “Kami perlu membuatnya nyentrik dan unik agar masyarakat dapat langsung membedakan antara MooAV dan kendaraan lain. Kendaraan ini juga memiliki tujuan khusus,” tandas Limbu.
(Mufrod)