Bentuk polusi banyak ditemukan dan tampak lazim di Asia, Eropa, dan Amerika Utara, terutama di kota-kota seperti Los Angeles, New York dan Washington DC. Pada 2008, majalah National Geographic menyebut Chicago sebagai kota yang paling tercemar cahaya di Amerika Serikat.
Namun, tempat paling berpolusi di dunia adalah Hong Kong, Cina. Pada bulan Maret 2013, Universitas Hong Kong menamai kota itu yang paling ringan tercemar di dunia.
Sebuah studi oleh universitas menemukan langit malam di Tsim Sha Tsui, sebuah lingkungan perkotaan di selatan Kowloon, Hong Kong, menjadi 1.200 kali lebih terang daripada langit kota perkotaan normal.
Polusi bercahaya sebesar ini sedang meningkat di seluruh dunia. Dalam sebuah artikel 2010 dari Jurnal Ekologi dan Masyarakat , Hölker dan yang lainnya menyatakan penggunaan pencahayaan buatan meningkat 20% setiap tahun, tergantung pada wilayahnya, dan mencatat ada kebutuhan mendesak akan kebijakan polusi cahaya yang melampaui efisiensi energi untuk menyertakan manusia, hewan dan lingkungan.
(Ahmad Luthfi)