Pemerintah kemudian meluncurkan kebijakan meningkatkan partisipasi perempuan dalam tenaga kerja dan dilakukan legislasi yang membuka pintu bagi lebih banyak tenaga kerja asing.
Tingkat partisipasi tenaga kerja perempuan dalam program "Womenomics" ini kemudian mencapai rekor tertinggi 67 persen dan melampaui Amerika Serikat, dan jumlah tenaga kerja perempuan bertambah sebanyak 2 juta orang. Selain itu, jumlah tenaga kerja berusia di atas 65 tahun juga bertambah 2 juta orang.
"Dari setiap 100 sarjana yang mencari kerja saat ini, 98 mendapatkannya. Siklus umpan balik yang positif dan lama ditunggu sudah menemukan akar masalahnya, dengan pertumbuhan lapangan kerja dan pendapatan yang memicu permintaan lebih besar dan kemudian membuka lapangan kerja lebih banyak lagi," ucap Abe.
(Ahmad Luthfi)