"Jika berkaca dari cafe racer versi Eropa, kebanyakan hasil dari restorasi motor lama yang dijadikan motor balap, sehingga posisi duduknya sedikit menunduk," kata Andi, seperti dikutip dari iNews, Kamis (17/1/2019).
Ia menambahkan, tampilan dan desain W175 jauh dari filosofi gaya cafe racer yang sesungguhnya. Tunggangan cafe racer memiliki posisi duduk pengemudi motor ini lebih menunduk dan mesinnya punya tenaga besar.

Dengan ubahan tersebut, Ateng begitu sapaan akrabnya mengungkap model terbaru W175 sebagai salah satu daya tarik jualan pada model W175 yang baru saja diluncurkannya. Gaya cafe racer memang terlihat dari penggunaan visor depannya.
"Coba visor depannya sedikit lebih besar, tidak usah sampai bawah tapi half saja, itu sudah terlihat cafe racer," ujar Andi.
(Mufrod)