NEW DELHI - Produsen Suzuki di Jepang telah mengungkap akan menghentikan produksi sepeda motor yang pernah diklaim tercepat di dunia yakni Hayabusa. Di beberapa negara Eropa motor ini dinilai tak memenuhi regulasi karenanya tak boleh lagi dijual.
Saat ini Suzuki masih diperbolehkan menjual stok sisa hasil produksinya hingga akhir tahun ini. Namun kondisi larangan tersebut tak berlaku di India. Bahkan pada 2019, Suzuki India akan meluncurkan dua warna baru untuk Hayabusa yakni Gray with Red dan Black with Grey.

Bahkan Suzuki India, saat ini tengah mengejar produksi CKD untuk pasar sepeda motor sport. Termasuk Hayabusa yang rencananya tengah dikejar untuk bisa dirakit di India, sekaligus bersaing dengan motor sport lainnya.
Belum diketahui pasti apakah model Hayabusa terbaru yang akan diluncurkan di India masih mengusung teknologi lama dan belum memiliki standar emisi euro4.

Sepertinya Suzuki akan menjadikan India sebagai negara tujuan sisa hasil produksi dari Hayabusa yang saat ini terganjal regulasi emisi.
Sebagaimana diketahui, para insinyur Suzuki saat ini tengah mengembangkan generasi terbaru Hayabusa yang akan mengusung perangkat turbocharged, sistem teknologi elektronik terbaru serta desain tampilan baru.
Hayabusa adalah sepeda motor produksi pertama yang menembus batas 300 kpj dengan kecepatan maksimum tidak terbatas 312,2 kpj (194 mph). Namun, kecepatan tertinggi dibatasi hingga 299 kpj (186 mph) setelah 'Gentleman's Agreement', yang ditujukan untuk keselamatan di jalan.
(Mufrod)