JAKARTA - Lima tahun belakangan NASA memiliki 60 lokasi potensial untuk misi pendaratan. NASA akhirnya telah memilih Jezero Crater untuk misi yang akan dilakukan pada Juli 2020 tersebut.
Dilansir dari laman Tech Crunch, Selasa (20/11/2018) dalam misi ini tampaknya NASA akan mencari tanda-tanda kondisi layak huni dan kehidupan mikroba masa lalu. Menurut NASA, pendaratan baru ini adalah langkah pertama dari eksplorasi panjang planet Mars yang direncanakan.
"Lokasi pendaratan di Jezero Crater menawarkan medan geologis yang kaya, dengan bentang alam mencapai sejauh 3,6 miliar tahun, yang berpotensi menjawab pertanyaan penting dalam evolusi planet dan astrobiologi," kata Administrator Asosiasi untuk Direktorat Misi Sains NASA, Thomas Zurbuchen.
Dia menambahkan, “Mendapatkan sampel dari area unik ini akan merevolusi bagaimana kita berpikir tentang Mars dan kemampuannya untuk kehidupan.”

Baca Juga: Nelayan Temukan Hewan Laut Aneh Tampak 'Tersenyum'
Menurut para ilmuwan NASA, kawah ini terletak di ujung barat Isidis Planitia, sebuah cekungan raksasa di utara khatulistiwa Mars, dengan beberapa lanskap tertua dan paling menarik secara ilmiah yang ditawarkan Mars.
Terlebih, para ilmuwan misi percaya bahwa kawah sepanjang 28 mil itu pernah memiliki delta sungai kuno, dan bisa mengumpulkan dan menyimpan molekul organik dan tanda-tanda potensial kehidupan mikroba lainnya dari air dan sedimen yang mengalir ke kawah.
NASA berpikir itu dapat mengumpulkan hingga lima jenis batuan Mars, termasuk tanah liat dan karbonat yang dapat mempertahankan indikator kehidupan lampau. Ada juga harapan bahwa mineral telah disapu ke dalam kawah selama miliaran tahun terakhir, yang juga bisa dikumpulkan oleh Rover.