Bahkan menurut Pratama, medsos serta aplikasi chatting, seperti Whatsapp bisa digunakan secara positif selama pencoblosan. Lewat fitur yang ada, masyarakat bisa langsung menyiarkan sendiri hasil di setiap TPS-nya masing-masing.
“Instagram dan Facebook misalnya, ada fitur video live streaming. Artinya masyarakat tidak hanya bisa memposting foto, tapi langsung live video tanpa proses editing, mengabarkan berapa saja suara di TPS. Ini tentu baik dan bisa menjadi bukti bila nanti ada perbedaan penghitungan suara,” jelas pria asal Cepu Jawa Tengah ini.

Baca juga: Negara Tuan Rumah Piala Dunia 2018 Kedatangan Asteroid
Pratama sendiri berharap, pilkada serentak bisa berjalan dengan lancar, walau usaha provokasi dari berbagai pihak masih ada, terutama menggunakan media sosial. Menurutnya ke depan masyarakat bisa diedukasi untuk memanfaatkan lebih jauh smartphone yang ada sebagai bahan pengumpul bukti yang berguna bila ada sengketa suara.
(Ahmad Luthfi)