JAKARTA - Jelang hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2018 yang jatuh pada 27 Juni, masyarakat perlu waspada terhadap segala macam provokasi di media sosial dan WhatsApp.
Pakar keamanan siber dan chairman CISSReC (Communication System Security Research Center) Pratama Persadha menjelaskan bahwa Facebook, Twitter, Instagram, dan Whatsapp paling rentan digunakan sebagai provokasi di hari tenang.
"Medsos dan WhatsApp relatif mudah digunakan oleh siapa saja. Bahkan di Twitter kita bisa lihat banyak sekali hoaks dan akun-akun yang menyebarkan berbagai kabar palsu. Tujuannya jelas untuk merusak suasana tenang pilkada,” terang Pratama melalui keterangan resminya.

Pratama menambahkan aparat bersama masyarakat bisa melakukan kontrol bersama. Di grup Whatsapp dan medsos, masyarakat bisa mengingatkan kawannya yang memposting berita maupun konten hoaks lainnya.
“Konten hoaks ini kan tidak hanya berita. Foto dan video kini juga sangat rawan dimanipulasi. Karena itulah, masyarakat juga perlu inisiatif untuk langsung mengingatkan kawannya yang terlanjur memposting hoaks atau konten provokasi lainnya,” terangnya.
Baca juga: 5 Aplikasi yang Banyak Menyedot Kuota Internet Anda