Untuk penempatan iklan dalam program (In-Program Ads), jumlah tayangan iklan dari kategori Kopi dan Teh meningkat sebesar 29%, kategori Komunikasi meningkat sebesar 77%, Tekstil & Garmen (didominasi oleh produk Sarung) meningkat sebesar 294%.
Kategori Material Bangunan juga mengalami peningkatan sebesar 294% dan Kategori Produk Obat Antasida mengalami peningkatan hingga 1563%.
Jika melihat iklan radio di periode Ramadan 2017, belanja iklan yang terbesar datang dari industri Layanan Online sebesar 18.8 miliar (meningkat 46% dibandingkan periode sebelum Ramadan) kemudian disusul oleh produk kategori petroleum seperti oli dan bahan bakar kendaraan dengan peningkatan yang tinggi sebesar 240%.
Baca juga: Bocoran Galaxy Note 9 dengan Pemindai Sidik Jari 'Kotak'
“Kategori-kategori yang mengalami peningkatan tersebut biasanya adalah yang memang berhubungan dengan kebiasaan di bulan Ramadan atau Lebaran sebagai respon dari pengiklan untuk memanfaatkan peluang yang tercipta di market. Bahkan beberapa kategori produk seperti sirup atau sarung hanya fokus beriklan menjelang bulan Ramadan hingga Lebaran sepanjang tahunnya,” ungkap Hellen Katherina, Executive Director Media Business, Nielsen Indonesia.
(Ahmad Luthfi)