LONDON - Mendeteksi terjadinya aksi teror hingga kini masih menjadi tugas berat bagi aparatur penegak hukum. Gerakan senyap dan tak ingin bersosialisasi membuat sel-sel terorisme ini terbilang rapi dan terencana dalam menjalankan setiap aksinya.
Lantas seperti apa para teroris tersebut saling berkomunikasi tanpa diketahui pihak berwajib?
Ditengah perkembangan teknologi rupanya tak memudahkan penegak hukum untuk melacak jaringan teroris dalam berkomunikasi. Salah satu alasannya yakni, penggunaan kode, isyarat maupun kata kiasan membuat sering sulit dilacak.
Bahkan seperti dilansir dari BBC, ditengah kemajuan teknologi saat ini para teroris memanfaatkan enkripsi end to end, aplikasi games sebagai alat komunikasinya.