Baca Juga : Nokia Jual Bisnis Kesehatan Digital, 425 Karyawan Terancam PHK
Sayangnya, di tengah kasus kebocoran data para pengguna Facebook, banyak pihak yang ragu terhadap teknologi ini. Pasalnya, mereka menganggap bahwa wearable ini mengandung data yang lebih intim ketimbang yang dipasang di pergelangan tangan.
Meski hanya akan mendeteksi pola makan dan kebiasaan merokok pengguna, namun dua hal itu dianggap sudah bisa membentuk profil seseorang. Pasalnya, waktu makan dan apa yang dimakan setidaknya bisa menjelaskan karakter dan kebiasaan seseorang.
Akan tetapi, pihak peneliti mengatakan bahwa mereka akan terus mengembangkan teknologi ini. Pasalnya, mereka memiliki keinginan untuk membuat kualitas kehidupan para pemakai teknologi mereka ke arah yang lebih baik. (chn)
(Kemas Irawan Nurrachman)