JAKARTA - Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dimanfaatkan untuk membantu mendeteksi gejala virus corona atau Covid-19.
Bulan lalu, ilmuwan di West Virginia University Rockefeller Neuroscience Institute mengatakan bahwa mereka menciptakan platform digital yang bisa mendeteksi gejala Covid-19. Mereka memanfaatkan cincin Oura.
Dilansir Scmp, aplikasi dikembangkan para peneliti memanfaatkan AI untuk memprediksi gejala terkait Covid-19 seperti demam, batuk, kesulitan bernapas dan kelelahan, dengan akurasi lebih dari 90 persen.
Para peneliti mengatakan sistem itu dapat menawarkan petunjuk infeksi pada orang yang belum menunjukkan gejala, membantu mengatasi salah satu masalah dalam pendeteksian dan penahanan wabah mematikan.
Secara terpisah, Scripps Research telah mendaftarkan lebih dari 30.000 orang dan menargetkan lebih banyak orang, dalam penelitian serupa yang bertujuan untuk menggunakan barang yang dapat dikenakan untuk menemukan orang yang “presimptomatik” dan tanpa gejala dengan Covid-19.