Robert Dingemanse menuturkan mobil terbang ini sangat aman karena jika mesinnya rusak, rotor di atas berfungsi sebagai parasut. Untuk keamanan tambahan, gyrocopter ini juga memiliki dua mesin.
"Jadi kalau satu mesin rusak, yang sangat tidak mungkin karena mesin-mesin itu sudah mendapat sertifikat keamanan, tetapi jika terjadi kerusakan - masih ada satu mesin lagi, dan dengan mesin itu kita masih bisa terbang sangat jauh sampai menemukan tempat kecil untuk mendarat," kata Dingemanse dilansit dari Autopro.
Konversi dari mobil ke gyrocopter dan kembali ke mobil sepenuhnya otomatis dan hanya membutuhkan waktu 10 menit. Mesinnya agak boros bahan bakar, sekitar tujuh liter bensin per jam dengan kecepatan terbang tertinggi sekitar 180 kilometer per jam dan jarak sekitar 500 kilometer dengan tangki penuh. Demikian dilansir dari Carscoops.
[Baca Juga: Rolls-Royce Perkenalkan Mobil Terbang Secepat Jet Tempur, Sanggup Bermanuver Vertikal]
(Abu Sahma Pane)