Lebih lanjut ia mengungkapkan, kejadian gerhana juga bisa diprakirakan dengan baik waktu dan prosesnya. Hal itu didasarkan pada model saintifik sistem Bumi-bulan-matahari.
Baca juga: Mengenal "Supermoon Ekstra" dan Gerhana Bulan Total
"Bulan mengitari Bumi. Bumi bersama bulan mengitari matahari. Cahaya purnama disebabkan oleh pantulan cahaya matahari. Namun pada saat tertentu, bulan memasuki bayangan Bumi ketika matahari-Bumi-bulan dalam posisi segaris. Saat itulah terjadinya gerhana yang bisa kita amati," terangnya.
Menurutnya, para penggemar teori Bumi datar tidak bisa menjelaskan fenomena gerhana bulan secara logis. Waktu kejadian gerhana dan prosesnya tidak bisa mereka jelaskan, karena pandangan tersebut tidak menggunakan sains, walau mereka mengklaim melakukan kegiatan yang mereka sebut “penelitian”.
"Kejadian gerhana bulan adalah pukulan telak yang membantah dongeng Bumi datar," imbuhnya.
(Abu Sahma Pane)