Sepanjang 1970 dan 1980-an, para dokter dan ilmuwan bekerja untuk mengembangkan berbagai bahan yang kaku, tapi mampu meresap gas. Dari situlah disebut dengan ‘hard lenses’.
Pada tahun tersebut lensa kontak lunak atau soft lens juga berkembang. Pada 1971, Food and Drug Administration (FDA) A.S. pertama kali menyetujui materi lensa kontak.
Lensa kontak tersebut menjadi favorit pasien karena tidak hanya menyerap gas, tapi juga lebih mudah disesuaikan dan nyaman digunakan. Pada 1972, segera setelah FDA menyetujui materi tersebut, Dr. Rishi Agarwal menyarankan penggunaan lensa kontak lunak sekali pakai.
Lensa kontak modern terus berevolusi. Lensa kontak baru memanfaatkan silikon yang memiliki permeabilitas oksigen sangat tinggi. Jenis lensa kontak ini sering digunakan untuk pemakaian semalam. Bukan hanya materi atau kemudahan pemakaian lensa kontak yang telah berkembang, warna dan pola yang tersedia dari lensa kontak pun kini beragam.
(Kemas Irawan Nurrachman)