Saat ini, ia sedang fokus dalam membangun prinsipal atau semacam badan/lembaga yang akan memproduksi Mahesa. Pendirian prinsipal tersebut ditargetkan selesai Maret mendatang. “Ini sudah mengerucut. Besok 10 Januari saya ke Jakarta, rapat lagi,” tutur Sukiyat.
Komponen paling mahal dalam pengembangan alat transportasi pertanian perdesaan ini, lanjut Sukiyat, adalah bagian riset. Sukiyat setidaknya memulai riset untuk Mahesa ini sejak 2008. Kendati demikian, Sukiyat enggan menyebutkan berapa total biaya riset yang ia keluarkan untuk menggarap Mahesa itu.
“Bukan soal biayanya. Yang penting saya berharap alat transportasi karya anak bangsa ini bisa segera membantu para petani di desa-desa,” ujar dia.
Sebelumnya Presiden Jokowi menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Mobil Mahesa yang digagasn Sukiyat. "Kami mendorong untuk mendapatkan sertifikasinya, mendukung uji emisinya, namun semua harus jelas," tegasnya pada September lalu.
[Baca Juga: Lolos Tes, Menperin Bakal Tawarkan Mobil Perdesaan ke Manufacturing]
(Abu Sahma Pane)