Untuk memahami perbedaan ini, para peneliti menganalisis struktur keratin (protein yang bertanggungjawab untuk menciptakan warna bulu yang sangat reflektif) dari ketiga spesies. Mereka menemukan, kedua orang tua burung tersebut menghasilkan keturunan dengan bulu yang kusam.
Menurut para peneliti, burung unik ini awalnya berbulu putih atau abu-abu yang kusam lalu berubah menjadi kuning karena berevolusi seiring berjalannya waktu.
The International Union for Conservation of Nature telah mengklasifikasikan manakin bermahkota emas sebagai spesies yang terancam, yang bisa punah karena lenyapnya habitat akibat penghabisan hutan hujan untuk penebangan dan peternakan.
(Ahmad Luthfi)