JAKARTA - Saat Anda berbohong, terdapat gerakan-gerakan mikro pada anggota tubuh yang Anda tidak sadari. Saat ini, para ilmuwan telah mengembangkan sistem artificial intelligence (AI) yang dapat mendeteksi ekspresi mikro serta mendeteksi kebohongan dan ini dinilai sudah ‘lebih baik secara signifikan' daripada manusia.
Para peneliti berharap sistem tersebut bisa segera digunakan di ruang sidang untuk mengetahui apakah orang-orang mengatakan hal yang jujur.
Sistem AI, yang disebut Deception Analysis and Reasoning Engine (DARE), telah dikembangkan oleh para peneliti dari University of Maryland dan Dartmouth College. Untuk mengembangkan DARE, para peneliti melatih sistem tersebut menggunakan video orang-orang di ruang sidang.
Baca juga: Mantan Insinyur Google Rancang "Robot Tuhan" Demi Lengkapi Agama AI
“Dari sisi penglihatan, sistem kami menggunakan pengelompokan yang dilatih pada fitur video tingkat rendah yang memprediksi ekspresi mikro manusia,” kata para peneliti dalam suatu penelitian yang dipimpin oleh Dr. Zhe Wu, diterbitkan di arXiv.
Tim tersebut melatih AI untuk mengenali lima ekspresi mikro yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong. Ekspresi mikro itu antara lain mengerutkan kening, mengangkat alis, sudut bibir terangkat, gerakan bibir, dan tengokan kepala.
Baca juga: Kecerdasan Buatan Kini Mampu Pecahkan Kode Captcha, Kok Bisa?