Baca juga: Dinosaurus Unik dengan Moncong Mirip Burung Beo
Ditemukan bahwa burung beo paling kuno, yaitu Kea dari Selandia Baru, memiliki struktur shell yang tidak sempurna. Hal itu menunjukkan bahwa populasi neuron di shell tersebut mungkin berkembang sejak 29 juta tahun silam.
Penelitian itu mengungkapkan, kemampuan untuk meniru timbul dari jalur salinan otak, karena sebagian besar area otak burung tersebut berada di dalam daerah yang juga mengendalikan gerakan. Area tersebut juga menunjukkan beberapa pola ekspresi gen khusus.
Para ilmuwan memperkirakan, ini bisa menjelaskan mengapa beberapa burung beo juga bisa belajar menari dengan musik. "Dibutuhkan kekuatan otak yang signifikan untuk memproses informasi pendengaran dan menghasilkan gerakan yang diperlukan untuk menirukan suara spesies lain,” ujar Dr Chakraborty.
Penelitian selanjutnya akan memeriksa apakah shell ini memberi kemampuan yang lebih besar pada burung beo untuk meniru ucapan manusia. Demikian dilansir dari Telegraph.
(Ahmad Luthfi)