Menurut Financial Times, pengalaman kerja seperti itu harus dibatasi selama 40 jam seminggu. Enam siswa sekolah menengah yang bekerja di Foxconn itu mengatakan bahwa batas tersebut telah dilanggar, sehingga mereka bekerja lebih dari 40 jam.
Apple sendiri mengatakan bahwa para siswa itu tak seharusnya lembur.
“Selama audit baru-baru ini, kami menemukan contoh magang siswa yang bekerja lembur di fasilitas pemasok di China. Kami telah mengkonfirmasi bahwa para siswa tersebut bekerja secara sukarela, mendapat kompensasi dan mendapatkan keuntungan, namun seharusnya mereka tidak diizinkan bekerja lembur," kata Apple dalam sebuah pernyataan.
“Ketika kami menemukan bahwa beberapa siswa diizinkan bekerja lembur, kami segera bertindak. Sebuah tim spesialis berada di lokasi fasilitas yang bekerja dengan manajemen sistem untuk memastikan standar yang berlaku dipatuhi," imbuh Apple.