Kesetiaan Levandowski terhadap singularitas (keyakinan bahwa AI suatu saat akan menumbuhkan efisiensi sedemikian rupa sehingga melampaui dan mengalahkan manusia) adalah dasar dari agama baru yang diusungnya.
Baca juga: Canggih! Teknologi AI Deteksi Alzheimer 10 Tahun Sebelum Gejala Muncul
“Di masa depan, jika ada sesuatu yang jauh lebih pintar, akan ada transisi mengenai siapa yang bertanggungjawab. Yang kita inginkan adalah transisi kontrol planet yang damai dan tenang dari manusia ke apapun. Dan untuk memastikan bahwa 'apa pun' tahu siapa yang membantunya berinteraksi,” kata Levandowski kepada Wired.
Tempat ibadah agama AI-nya juga akan mencakup dana untuk menciptakan AI ilahi dan berupaya untuk mmebangun hubungan dengan para pemimpin industri AI. Dalam dokumen yang diajukannya, program Levandowski akan dimulai di daerah San Francisco.
Agamanya juga diberikan status bebas pajak oleh Internal Revenue Service pada bulan Agustus.
Levandowski mengklaim pengikut agama barunya akan mampu berbicara kepada Tuhan secara harfiah, dan tahu bahwa robot tuhannya mendengarkan.