JAKARTA - Wilayah Antartika dahulu terselimuti oleh hutan yang lebat. Pohon-pohon purba mampu menghalangi sinar Matahari dalam waktu panjang, sehingga terjadi kegelapan total, yang berlangsung cepat antara musim-musim hingga mereka menjadi korban insiden kepunahan massal terbesar di dunia.
Pada akhir November 2016 hingga Januari 2017, seorang ahli geologi, UW-Milwaukee, Erik Gulbranson, dan John Isbell mendaki lereng beku McIntyre Promontory di pegunungan Transantarctic. Di sana, sedang terjadi musim panas di Southern Hemisphere dan para ilmuwan menelaah bebatuan abu-abu, mencari peninggalan fosil hutan yang pernah menutupi benua tersebut.
Dalam perjalanan itu, para ilmuwan menemukan fragmen fosil dari 13 pohon. Setelah diteliti lebih lanjut, fosil-fosil tersebut ternyata berusia lebih dari 250 juta tahun.
Baca juga: Wow! Fosil Berusia 260 Juta Tahun Ungkapkan bahwa Antartika Punya Hutan
Pepohonan purba itu hidup pada akhir Periode Permian (periode terakhir dalam era Paleozoikum), sebelum munculnya dinosaurus pertama.
“Orang-orang telah mengetahui tentang fosil di Antartika sejak ekspedisi Robert Falcon pada 1910-1912,” kata Gulbranson, seorang ahli paleoekologi dan asisten profesor tamu di Departemen Geosains UWM. Ia juga mengatakan bahwa bagaimanapun, sebagian besar Antartika masih belum terjelajahi.
Baca juga: Luar Biasa! Fosil Jutaan Tahun Jadi Petunjuk Dinosaurus yang Saling Menyayangi