"Ada kemungkinan kuat bahwa perancangan ulang aplikasi kami akan mengganggu bisnis dalam jangka pendek, dan kamibelum tahu bagaimana perilaku pengguna akan berubah saat mereka mulai menggunakan aplikasi terbaru kami," imbuhnya.
Ia juga menjanjikan sebuah cara penelusuran baru di dalam aplikasi. Ia mengatakan hasil pencarian akan lebih relevan dan personal.
"Kami sedang mengembangkan solusi baru yang menyediakan pengalaman Stories mereka sendiri, memanfaatkan pembelajaran mesin tanpa mengurangi integritas editorial dari platform Stories yang telah kami kerjakan dengan sangat keras untuk dibangun," ungkap Evan.
Baca juga: Heboh! Dikabarkan Akan Ditutup, Snapchat Jadi Korban Berita Palsu di Medsos
(Kemas Irawan Nurrachman)