Manajer produk Aliza Rosen mengatakan dalam sebuah posting blog bahwa tes tersebut menunjukkan kebanyakan orang masih menggunakan 140 karakter atau kurang, menunjukkan bahwa sifat Twitter yang bergerak cepat.
Twitter mulai melihat batas baru. "Jadi setiap orang di seluruh dunia bisa mengekspresikan diri dengan mudah dalam tweet," kata Rosen.
Baca juga: Mantap! Twitter Bakal Beri Label Khusus untuk Iklan Politik
"Tujuan kami adalah untuk membuat ini mungkin sambil memastikan kami menjaga kecepatan dan keringkasan yang membuat Twitter, Twitter. Melihat semua data, kami senang dapat berbagi bahwa kami telah mencapai tujuan ini dan menggulirkan perubahan ke semua bahasa di mana memadatkan (karakter) adalah sebuah masalah," jelasnya.
Meskipun demikian, tampaknya tidak semua pengguna akan senang dengan pembaruan ini. Beberapa pengguna khawatir tweet yang lebih panjang bisa mengubah sifat platform media sosial itu.
(Ahmad Luthfi)