JAKARTA - Kacamata yang banyak digunakan hingga saat ini ternyata telah dikenal cukup lama oleh peradaban manusia. Benda yang dapat digunakan sebagai aksesori dan penunjang kesehatan mata ini telah ada sejak 1.000 tahun lalu oleh bangsa China.
Di China, kacamata biasanya terbuat dari lensa yang berbentuk oval besar dan terbuat dari kristal batu serta bingkai tempurung kura-kura.
Supaya dapat memegang kacanya, bangsa Cina menggunakan dua kawat yang diberi pemberat serta dicantolkan ke telinga. Mereka juga memasang lensa yang diikatkan ke topi atau menggunakan kait yang dicantolkan ke pelipis mereka.
Baca juga: Menilik Sejarah Headphone, Awalnya Dipakai untuk Keperluan Perang
Saat itu bangsa China masih banyak yang menganggap kacamata sebagai jimat atau sebagai aksesori untuk meningkatkan kehormatan mereka.
Kacamata kemudian dikenal oleh bangsa Eropa pada abad ke-13. Namun berbeda dengan bangsa China, masyarakat Eropa menggunakan kacamata untuk membantu penglihatan mereka. Kacamata yang dikenakan masih menyerupai dengan kacamata bangsa Cina yakni terbuat dari kristal batu atau batu transparan.
Pada akhir abad ke tiga belas, akhirnya ditemukan bahwa penggunaan kaca sebagai lensa jauh lebih baik daripada menggunakan batu transparan. Hal ini berkat jasa penelitian ilmuwan dan sejarawan Inggris bernama Sir Joseph Needham.