Hal serupa diungkap oleh Hutchison Tri Indonesia. Arum K Prasodjo, Corporate and Marketing Communication Hutchison Tri, mengungkap karena kebutuhan kapasitas yang telah mendesak, maka pihaknya pun akan mengikuti lelang di frekuensi 2,1 GHz.
"Iya, kita ikut karena memang sudah mendesak kebutuhannya," ungkapnya melalui pesan singkat. Ia juga mengungkap bahwa Hutchison Tri telah memperiapkan kelengkapan dokumen untuk mengikuti lelang.
Sementara itu jawaban berbeda diungkap oleh PT Smartfren. Melalui Direktur Utamanya, Merza Fahys, Smartfren masih belum menentukan keputusan apakah akan ikut juga di lelang frekuensi 2,1 GHz. Menurutnya masih ada cukup waktu untuk memutuskan sebelum memasukkan kelengkapan dokumen.
"Masih cari wangsit. Kan masih banyak waktu sebelum memasukkan dokumen," kata Merza.
Meski demikian diakui Merza pihaknya memang membutuhkan tambahan frekuensi untuk 2,1 GHz guna meningkatkan kualitas layanan pengguna.