Namun, sejarawan sejak lama kebingungan bagaimana orang-orang dengan alat yang relatif primitif berhasil mengangkut sekira 800 ton bahan setiap hari dari Aswan yang jaraknya 500 mil ke selatan.
Kini, papirus kuno, perahu dan sistem pengairan telah mengungkapkan kompleksitas infrastruktur yang diciptakan oleh orang-orang Mesir untuk melengkapi struktur piramida.
Sebuah gulungan kuno yang ditulis oleh seorang mandor bernama Merer ditemukan di pelabuhan Wadi Al-Jarf, yang merupakan satu-satunya catatan tangan pertama yang mencatat bagaimana piramida dibangun.
Ditulis pada papirus kuno (kertas nabati yang digunakan di wilayah tersebut pada saat itu), Merer mengatakan ribuan buruh mengangkut 170.000 ton batu kapur sepanjang Sungai Nil dengan menggunakan perahu kayu, yang disatukan oleh tali.
Diperkirakan 2,3 juta blok batu kapur diangkut melalui sistem kanal yang dibangun khusus ke pelabuhan pedalaman yang hanya beberapa meter dari dasar piramida. Arkeolog Mark Lehner, seorang akhi Eygptologi juga menemukan jalur air yang berabad-abad berada di bawah Piramida Giza.