"Rencananya pada Agustus 2018 akan mulai produksi massal untuk mobil angkutan pertanian," ujar Sukiyat.
Harganya bisa murah, kata dia, karena semua bahan baku pembuatannya didapat secara lokal. "Bahan bakunya mudah dicari," pungkas Sukiyat.
Seperti diketahui, Kementerian Perindustrian tengah membangun mobil perdesaan yang peruntukannya digunakan untuk membantu sektor pertanian dan perkebunan. Mobil ini akan diproduksi oleh UMKM dengan menggunakan 100 persen komponen lokal.
Selain membantu petani, mobil perdesaan juga bisa menghidupkan usaha industri komponen di daerah. Apalagi, siapa saja bisa memproduksi mobil perdesaan sehingga cakupannya bisa merata di berbagai daerah.
Sementara itu pemerintah telah mengantongi beberapa prototipe mobil perdesaan untuk direalisasikan dalam wujud kendaraan siap produksi. Untuk mengembangkan kendaraan perdesaan, Pemerintah menggandeng Institut Otomotif Indonesia (IOI). Selain itu, kalangan kampus turut dilibatkan. Ada beberapa prototipe mobil perdesaan karya mahasiswa yang sudah dipamerkan. Namun prototipe mobil perdesaan karya mahasiswa belum akan direalisasikan ke tahap produksi dalam waktu dekat.
(Dian AF)