Maria Goeppert-Mayer (1906-1972)
Ilmuwan Amerika kelahiran Jerman ini merupakan salah satu tokoh terpenting dalam fisika nuklir. Meskipun subjek favoritnya merupakan matematika, ia kemudian beralih ke fisika. Mayer dikenal karena menyarankan model inti nuklir dari inti atom. Dia juga mengerjakan Proyek Manhattan selama Perang Dunia Kedua. Dia menjadi perempuan kedua setelah Madam Curie, untuk memenangkan Hadia Nobel dalam bidang Fisika pada 1963.
Rosalind Franklin (1920-1958)
Meski ia hidup hanya 338 tahun dan terbengkalai oleh koleganya, namanya tak terlupakan dalam sejarah sains. Ahli biofisik ini memainkan peran penting dalam penemuan struktur DNA, meskipun ia tak mendapatkan pujian yang pantas. Dia menghasilkan gambar difraksi sinar-x DNA yang kemudian membantu Watson dan Crick untuk menemukan model heliks ganda DNA.
(Dini Listiyani)